Lebih dari Sekadar Akademik, Santri Junudul Falah dan PKBM Saka Seyegan Unjuk Gigi dalam Seni hingga Prakarya

Lebih dari Sekadar Akademik, Santri Junudul Falah dan PKBM Saka Seyegan Unjuk Gigi dalam Seni hingga Prakarya

 

SEYEGAN, SLEMAN – Santri Pondok Pesantren Junudul Falah terus membuktikan bahwa menuntut ilmu di pesantren bukan berarti tertinggal dalam kreativitas. Sebagai warga belajar aktif di PKBM Saka Seyegan, para santri ini tidak hanya mengejar ketertinggalan akademik lewat program kesetaraan, tetapi juga mengasah soft skill yang luar biasa.

Kolaborasi antara pendidikan keagamaan dan pendidikan kesetaraan ini berhasil melahirkan generasi yang "paket lengkap": cerdas secara spiritual, mumpuni secara akademik, dan terampil dalam berkarya.

Di PKBM Saka, para santri Junudul Falah mendapatkan ruang luas untuk mengeksplorasi potensi diri. Fokus pendidikan tidak hanya terpaku pada buku teks, melainkan pada pengembangan bakat nyata:

  1. Keterampilan Prakarya: Para santri dilatih membuat berbagai produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomi. Hal ini diharapkan menjadi modal kewirausahaan mereka kelak.
  2. Pelestarian Seni Budaya: Kecintaan pada budaya lokal tetap terjaga melalui kegiatan seni yang rutin dilaksanakan, menciptakan keseimbangan antara modernitas dan tradisi.
  3. Kemahiran Hadroh: Sebagai ciri khas pesantren, grup Hadroh santri Junudul Falah seringkali menjadi pengisi acara utama di berbagai kegiatan PKBM, menampilkan perpaduan syiar agama dan seni musik yang harmonis.

Pengelola PKBM Saka Seyegan menekankan bahwa kurikulum yang diterapkan bagi para santri memang dirancang untuk menyeimbangkan kemampuan kognitif dan psikomotorik.

"Kami sangat bangga melihat santri-santri Junudul Falah. Mereka tidak hanya tekun saat ujian akademik, tapi sangat antusias saat jam prakarya dan seni. Terutama kemampuan Hadroh mereka, itu menjadi identitas sekaligus prestasi tersendiri bagi PKBM kami," ungkap salah satu pengelola PKBM.

Pihak Pondok Pesantren Junudul Falah meyakini bahwa pembekalan keterampilan (life skills) di PKBM Saka adalah langkah strategis.Dengan memiliki ijazah formal dan sertifikat keterampilan, para santri 
memiliki pilihan masa depan yang lebih luas.

Dengan semangat "Santri Terampil, Masyarakat Mandiri", sinergi antara Junudul Falah dan PKBM Saka Seyegan ini menjadi percontohan bagaimana pendidikan non-formal dapat bertransformasi menjadi wadah kreativitas yang inklusif dan produktif bagi para santri di wilayah Sleman.



Tim Media PKBM Saka Seyegan

Posting Komentar

0 Komentar