SLEMAN - Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dari program studi Pendidikan Nonformal, Pendidikan Luar Biasa dan Pendidikan Bahasa Inggris mengadakan kegiatan inovatif di PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Saka, Seyegan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan mereka untuk mengikuti Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Kegiatan dilaksanakan Jumat, 12 September 2025 di Ruang Kelas Paket C setara SMA Kelas 10, PKBM Saka Seyegan.
Tim mahasiswa FIP UNY, yang terdiri dari perwakilan ketiga prodi tersebut, fokus pada penelitian dan implementasi digitalisasi dalam pembelajaran di PKBM Saka Seyegan. Mereka melakukan observasi mendalam untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik warga belajar yang rata-rata adalah warga belajar setingkat sekolah dasar hingga menengah. 4 (empat) mahasiswa tersebut antara lain : Fregysta Anggray Ilalang Sudibyo dari Prodi Pendidikan Luar Biasa, Aisyah Alimah dari Prodi Pendidikan Nonformal, Amadhea Putri Rasikah Zaki dan Jasmine Nurul Asyifaa dari Prodi Bahasa Inggris.
Salah satu inovasi yang mereka kembangkan adalah modul pembelajaran digital interaktif. Modul ini dirancang agar materi pelajaran menjadi lebih menarik dan mudah diakses. Selain itu, mereka juga melakukan microteaching atau praktik mengajar menggunakan perangkat digital. Praktik ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode pembelajaran berbasis teknologi yang mereka rancang.
Kolaborasi antara program studi Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Bahasa Inggris menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Mahasiswa Pendidikan Nonformal membawa keahlian mereka dalam merancang kurikulum yang fleksibel dan relevan untuk masyarakat, sementara mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris berkontribusi dalam pengembangan konten berbahasa Inggris yang modern dan interaktif.
"Sinergi ini penting, kami ingin menciptakan solusi digital yang tidak hanya canggih, tetapi juga benar-benar menjawab kebutuhan belajar masyarakat di Pendidikan Kesetaraan khususnya di PKBM Saka Seyegan," ujar Aisyah Alimah, perwakilan Mahasiswa.
Kegiatan di PKBM Saka Seyegan, ini menjadi fondasi utama bagi proposal yang akan mereka ajukan dalam lomba LIDM. Mereka berharap, hasil penelitian dan implementasi di lapangan dapat menjadi bukti nyata bahwa inovasi digital dapat meningkatkan kualitas pendidikan nonformal di Indonesia. Proyek ini tidak hanya sebatas kompetisi, melainkan juga wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Hermawan Triyono, S.E.,Gr., selaku Kepala PKBM Saka Seyegan mengaku sangat senang dapat bersinergi dan kolaborasi.
"Dengan senang hati kami menerima kedatangan teman-teman mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta dan kampus-kampus lain yang ingin terjun langsung di lapangan bersinergi, kolaborasi dan melakukan kegiatan-kegiatan disini, dan kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada mereka, karena di PKBM Saka Seyegan mereka akan menemukan warga belajar yang begitu kompleks dari berbagai latar belakang dan kondisi berbeda-beda", pungkasnya.


0 Komentar