Kegiatan ini merupakan bagian dari Mata Pelajaran Khas Kejogjaan yang digelar spesial untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110.
Aksi keren ini bukan sekadar tugas biasa, melainkan hasil kolaborasi apik antara dua pengampu mata pelajaran:
- Kak Eri Oktavianti Widyastuti, S.Pd.,Gr (Pemberdayaan)
- Kak Muhammad Riyan Aji Setiawan, S.Pd. (Bahasa Jawa)
Para siswa dari jenjang Paket B (setara SMP) kelas 7 & 8 serta Paket C (setara SMA) kelas 10 & 11 tampak antusias menekuk dan merapikan lipatan kain jarik sesuai pakem budaya Yogyakarta.
Kepala PKBM Saka Seyegan, Kak Hermawan Triyono, S.E.,Gr, menekankan pentingnya membekali siswa dengan keterampilan yang relevan dengan akar budaya mereka. Menurutnya, di era digital ini, keterampilan tangan seperti mewiru jarik sudah mulai terlupakan oleh generasi muda.
"Kegiatan ini merupakan kekhasan Jogja yang harus terus dilestarikan. Zaman sekarang sudah jarang ditemui life skill atau keterampilan seperti ini di kalangan remaja. Kami ingin siswa PKBM Saka tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga luwes dalam budaya," ujar Hermawan.
Mewiru bukan sekadar melipat kain. Di dalamnya terdapat filosofi kesabaran, ketelitian, dan penghormatan terhadap tata krama berbusana. Dengan dilaksanakan di ruang terbuka seperti Klangsi Edupark, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang refreshing yang edukatif bagi para siswa.
PKBM Saka Seyegan terus berkomitmen menghadirkan pendidikan kesetaraan yang adaptif, mengombinasikan kurikulum nasional dengan kearifan lokal (Local Wisdom) guna mencetak lulusan yang berkarakter dan berdaya saing.
Jurnalis : OSIS PKBM SAKA SEYEGAN.


0 Komentar