SLEMAN –
Sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dan
aman, PKBM Saka Seyegan turut ambil bagian dalam agenda nasional yang
diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)
RI.
Kegiatan
bertajuk "Internalisasi Pencegahan Korupsi dan Kekerasan dalam
Mewujudkan Sekolah Aman dan Nyaman" ini dilaksanakan pada Jumat, 22
Mei 2026, melalui ruang virtual Zoom Meeting. PKBM Saka Seyegan dalam
kesempatan ini diwakili langsung oleh Kak Hermawan Triyono, S.E., Gr.,
bergabung bersama jajaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah dari
seluruh penjuru Indonesia.
Acara
yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini menghadirkan narasumber
berkompeten dari berbagai instansi strategis, antara lain:
- Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK RI): Membedah pentingnya penanaman nilai
integritas dan pencegahan korupsi di lingkungan satuan pendidikan.
- Kemendikdasmen
RI: Menekankan kebijakan perlindungan anak dan penghapusan kekerasan
(bullying) di sekolah.
- BPMP
Provinsi Bengkulu: Berbagi praktik baik mengenai standarisasi sekolah
yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
"Partisipasi
kami dalam kegiatan ini adalah bukti bahwa PKBM Saka Seyegan tidak hanya fokus
pada aspek kognitif, tetapi juga sangat menjunjung tinggi integritas dan
keamanan psikologis siswa. Kami ingin memastikan lingkungan belajar kami bebas
dari segala bentuk korupsi maupun kekerasan," ujar Kak Hermawan
Triyono, S.E., Gr. di sela-sela kegiatan.
Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini menghadirkan narasumber berkompeten dari berbagai instansi strategis, antara lain:
- Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK RI): Membedah pentingnya penanaman nilai
integritas dan pencegahan korupsi di lingkungan satuan pendidikan.
- Kemendikdasmen
RI: Menekankan kebijakan perlindungan anak dan penghapusan kekerasan
(bullying) di sekolah.
- BPMP
Provinsi Bengkulu: Berbagi praktik baik mengenai standarisasi sekolah
yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
"Partisipasi
kami dalam kegiatan ini adalah bukti bahwa PKBM Saka Seyegan tidak hanya fokus
pada aspek kognitif, tetapi juga sangat menjunjung tinggi integritas dan
keamanan psikologis siswa. Kami ingin memastikan lingkungan belajar kami bebas
dari segala bentuk korupsi maupun kekerasan," ujar Kak Hermawan
Triyono, S.E., Gr. di sela-sela kegiatan.
Beberapa
poin utama yang dibahas dalam pertemuan marathon tersebut meliputi:
- Pendidikan
Antikorupsi: Implementasi kurikulum yang mengedepankan kejujuran
sejak dini.
- Sekolah
Ramah Anak: Strategi preventif dalam menangani kasus perundungan
(bullying) dan kekerasan seksual.
- Tata
Kelola Akuntabel: Pengelolaan dana pendidikan yang transparan sesuai
regulasi pemerintah.
Melalui
kegiatan ini, PKBM Saka Seyegan siap mengintegrasikan materi yang didapat ke
dalam sistem pembelajaran harian. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat
kepercayaan masyarakat terhadap kualitas dan keamanan pendidikan non-formal di
wilayah Seyegan dan sekitarnya.
Dengan
sinergi antara Kemendikdasmen, KPK, dan satuan pendidikan, cita-cita
mewujudkan Sekolah Aman dan Nyaman bukan lagi sekadar wacana,
melainkan standar baru bagi pendidikan Indonesia di tahun 2026.
Jurnalis :
OSIS PKBM Saka Seyegan.


0 Komentar